Membalas
kekalahan di All England lawan Poul Erik Hoyer Larsen dari Denmark.
Juga
sebelumnya, ia juara di Piala Dunia Bulutangkis
Ho Chi Minh City, Vietnam (1994).
Baca Juga:
Energi Greysia Polii Sulut Api Spirit Tim Bulutangkis Putri Indonesia
Selama
menjadi anggota tim Piala Thomas --lambang
supremasi beregu putra dunia-- Hariyanto Arbi selalu ikut serta membawa pulang piala itu ke
Indonesia, pada 1994, 1996, 1998, dan 2000.
Indonesia
bahkan berhasil "mengawinkan" Piala Thomas dan Uber pada 1994 dan 1996.
Baca Juga:
Isyaratkan Pensiun Usai Indonesia Masters 2022, Greysia Polii: CUKUP
Tak Mudah Pindah Karier
Menurut
Hariyanto Arbi (49), tidak mudah bagi seorang pemain bulutangkis beralih karier
setelah tidak lagi mengayun raket.
Maklum,
hampir sepanjang hidup pemain bulutangkis hanya dicurahkan untuk berlatih,
tanding, latih, tanding.