DNA Juga Jadi Awet
DNA, jaringan, atau bahkan seluruh tubuh hewan spesimen juga bisa awet di dalam rendaman alkohol.
Baca Juga:
Miras Oplosan Renggut Nyawa,12 Orang Tewas di Bogor dan Cianjur
Manajer Koleksi Ikan di Burke Museum Seattle, Katherine Maslenikov, menggarisbawahi, pengawetan spesimen-spesimen di atas akan konsentrasi alkohol yang lebih tinggi.
Maslenikov sendiri mengandalkan alkohol 70 persen, terutama etanol, untuk penyimpanan jangka panjang spesimen ikannya.
Ia mencontohkan, saat mengambil spesimen ikan, Maslenikov akan mengambil beberapa sampel jaringan untuk analisis DNA dan menyuntikkan ikan dengan formalin, larutan gas formaldehida yang dilarutkan dalam air. Penyuntikan dengan formalin dilakukan agar proses biologis internal berhenti, antara lain reaksi enzimatik dan degradasi jaringan.
Baca Juga:
Alkohol 96 Persen yang Menewaskan 8 Warga Cianjur Ternyata untuk Sterilisasi Alat Medis
Lalu, spesimen ikan bisa direndam dalam toples berisi alkohol 70 persen, air 30 persen untuk penyimpanan jangka panjang.
Menurutnya, proporsi tersebut memungkinkan ada cukup air dalam larutan sehingga jaringan akan tetap terhidrasi, yang membantu hewan atau spesimen mempertahankan bentuknya. Sementara itu, ada cukup alkohol untuk mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri.
Jika terlalu banyak alkohol, kata Maslenikov, maka spesimen akan kering dan tampak layu karena kehilangan air, serta rapuh karena proteinnya mengeras. Di sisi lain, spesimen juga bisa cepat rusak jika menahan terlalu banyak air.[zbr]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.