WAHANANEWS.CO, Jakarta - Satu klik pada apk undangan palsu bisa berujung petaka karena data pribadi, akun penting, hingga mobile banking berisiko dikuras pelaku kejahatan siber.
Modus penipuan apk undangan sebenarnya sudah banyak diketahui publik, tetapi pelaku masih terus menggunakannya karena korban bisa saja lengah saat menerima pesan di tengah aktivitas harian.
Baca Juga:
Polisi Ungkap Saepul Tahu Idap HIV Sebelum Kasus Mutilasi Pria di Depok
Ancaman ini menjadi lebih berbahaya ketika korban mengunduh aplikasi dari luar toko resmi seperti Google Play Store.
Aplikasi yang dipasang dari sumber tidak resmi berisiko mengandung malware, spyware, hingga trojan yang dapat mencuri data pribadi dari perangkat korban.
Dalam kondisi tertentu, pelaku juga dapat memanfaatkan akses tersebut untuk membobol akun penting, termasuk mobile banking, dompet digital, email, dan media sosial.
Baca Juga:
Tim 9 Kejagung Dalami Kasus TPPU Febrie, Dua Tersangka Turut Diperiksa
Pada Jumat (26/6/2026), pengguna kembali diingatkan agar segera mengambil langkah cepat apabila telanjur mengunduh atau memasang apk undangan palsu.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mematikan koneksi internet pada perangkat.
Pengguna perlu segera menonaktifkan WiFi dan data seluler agar data dari perangkat tidak terkirim ke server milik pelaku.