Badai matahari dahsyat dapat menyebabkan mati listrik massal di seluruh dunia dan merusak secara permanen infrastruktur listrik.
Sejumlah ilmuwan khawatir bahwa badai matahari dahsyat bisa berdampak pada kabel internet bawah laut.
Baca Juga:
Topan Kong-rey Hantam Taiwan: Ribuan Warga Dievakuasi, Wisatawan Hilang dalam Badai Dahsyat
Sehingga, “kiamat internet” terjadi dan sebagian besar koneksi di permukaan Bumi terputus selama berbulan-bulan.
Gelombang CME umumnya memuncak setiap 11 tahun sekali. Ketika itu, aktivitas magnetik di bagian terluar atmosfer matahari diketahui memuncak.
Akan tetapi, jejak badai matahari yang ditemukan peneliti di Greenland dan Antarktika berbeda.
Baca Juga:
Sedikitnya 9 Orang Tewas Akibat Terjangan Badai di Australia
Badai dahsyat itu justru terjadi ketika aktivitas magnetik matahari sedang rendah atau dalam titik solar minimum.
Sebuah studi yang dirilis di jurnal Nature Communications mengungkapkan temuan tersebut.
Dalam artikel itu, para peneliti memeriksa inti es dan menemukan jejak badai matahari dahsyat yang sebelumnya tidak diketahui.