Menurut STAR.VISION, pemanfaatannya antara lain diarahkan untuk mendukung ekonomi kelautan, pengelolaan lingkungan, dan pengembangan industri berbasis data.
Berbeda dengan satelit konvensional, Lampung-1 dilengkapi teknologi pencitraan hiperspektral multi-band yang terintegrasi dengan Artificial Intelligence (AI) di dalam satelit.
Baca Juga:
Tragis! Tapir yang Sempat Viral Berkeliaran di Mesuji Tewas, 4 Pelaku Diamankan
Teknologi tersebut memungkinkan sebagian pengolahan dan analisis data dilakukan langsung ketika satelit berada di orbit.
Kemampuan itu diharapkan mempercepat penyediaan informasi sekaligus menghasilkan data yang lebih akurat dan siap dimanfaatkan pemerintah maupun pelaku industri.
STAR.VISION dalam publikasi mengenai misi tersebut juga mencantumkan Pemerintah Provinsi Lampung, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Uzcosmos Uzbekistan sebagai mitra.
Baca Juga:
Prabowo Bertolak ke Lampung, Resmikan RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui
Peluncuran Lampung-1 merupakan kelanjutan dari kerja sama Pemerintah Provinsi Lampung bersama STAR.VISION dan Oriental Maritime Space Port di Shandong yang ditandatangani pada 2025.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pengembangan satelit tersebut menjadi bagian dari transformasi digital Lampung berbasis Artificial Intelligence dan Big Data.
Menurut Mirza, Lampung-1 tidak hanya menjadi pencapaian dalam penguasaan teknologi, tetapi diproyeksikan sebagai instrumen strategis untuk menyediakan data akurat bagi penyusunan kebijakan pembangunan.