Bagi masyarakat adat Papua, Puncak Jaya bukan sekedar gunung, tetapi sebagai simbol budaya dan spiritual. Hilangnya es berarti hilangnya bagian penting dari warisan leluhur mereka. Dampaknya juga sangat berasa bagi lingkungan.
Es di pegunungan membantu menjaga keseimbangan air di Papua. Jika mencair, maka ekosistem, habitat Papua, dan lahan pertanian masyarakat bisa ikut berdampak.
Baca Juga:
Waspada Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Daerah yang Akan Alami Puncak Kekeringan
Hal ini menunjukkan, perubahan iklim benar-benar terjadi dan dapat dilihat secara nyata di puncak Jayawijaya. Gunung yang dulu diselimuti es hingga perlahan hilang lapisan putihnya.
"Dan mungkin saja kita sedang hidup di generasi terakhir yang masih sempat melihat es abadi di Indonesia," kata BMKG.
Di sisi lain, BMKG mengimbau agar semua pihak berpartisipasi memperlambat ancaman perubahan iklim yang berbahaya. Di antaranya dengan menggunakan transportasi umum, mematikan air, menanam pohon, menyalur ulang sampah, hingga memakai produk yang ramah lingkungan.
Baca Juga:
Kapan Puncak Musim Kemarau di RI? Ini Prediksi BMKG
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.