Para finalis mendapatkan berbagai fasilitas, mulai dari akses GPU Merdeka, peluang komersialisasi produk, hingga koneksi ke lebih dari 2.300 pelanggan korporasi Lintasarta.
Dari sepuluh finalis tersebut, dewan juri akhirnya memilih tiga startup dengan perolehan nilai tertinggi.
Baca Juga:
Pipa Gas Dumai–Sei Mangkei Sepanjang 541 Km Jadi Proyek Strategis Energi, MARTABAT Prabowo-Gibran: Perkuat Ketahanan Energi Indonesia
Proses penilaian dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek inovasi, dampak nasional, keberlanjutan model bisnis, kesiapan teknologi AI, serta kualitas penyampaian presentasi.
Startup pertama yang terpilih adalah BETA-UAS, perusahaan rintisan asal Bandung yang mengembangkan drone otonom untuk mendukung berbagai sektor strategis nasional.
BETA-UAS mengusung model Drone-as-a-Service dengan skema berlangganan fleksibel yang memungkinkan pemanfaatan teknologi drone secara lebih efisien.
Baca Juga:
REC PLN Tumbuh 19,65%, ALPERKLINAS Dorong Konsistensi Akses Listrik Hijau
Startup kedua, Momofin, menghadirkan solusi infrastruktur kepercayaan digital untuk pengelolaan dokumen perusahaan.
Teknologi yang dikembangkan memungkinkan proses verifikasi, tanda tangan elektronik, serta pengamanan dokumen secara end-to-end, sehingga meningkatkan efisiensi dan keamanan operasional bisnis.
Sementara itu, startup ketiga, Fineksi, menawarkan platform berbasis AI yang berfokus pada analitik kredit dan pencegahan penipuan (fraud).