WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sungai Amazon yang kini mengalir menuju Samudera Atlantik ternyata pernah bergerak ke arah sebaliknya, sebuah fakta geologi yang mengubah cara ilmuwan memahami sejarah Benua Amerika Selatan.
Saat ini Amazon River mengalir dari barat ke timur, bermula dari Andes Mountains di Peru, melintasi sebagian besar Amerika Selatan, lalu bermuara di Atlantic Ocean.
Baca Juga:
Bukan Hoaks, Indonesia Catat 23 Kasus Hantavirus Sejak 2024
Namun, penelitian geologi yang dipublikasikan pada 2006 mengungkap bahwa jutaan tahun lalu sungai terbesar di dunia tersebut justru mengalir dari timur ke barat.
Temuan itu berawal dari riset Russell Mapes saat menempuh pendidikan pascasarjana geologi di University of North Carolina.
Dalam penelitiannya, Mapes menemukan butiran mineral zirkon purba di sepanjang cekungan Amazon.
Baca Juga:
Siapa Pemilik PT MSE Pelaku Dugaan Jual Beli Solar Subsidi dari Gudang Ilegal ?
Mineral tersebut berasal dari wilayah timur Amerika Selatan, bukan dari arah barat tempat Pegunungan Andes berada.
"Sepanjang cekungan, usia butiran mineral menunjukkan lokasi spesifik Amerika Selatan bagian tengah dan timur," jelas Mapes.
Temuan tersebut mendorong penelitian lanjutan yang kemudian mengonfirmasi bahwa arah aliran Sungai Amazon pernah berlawanan dengan kondisi saat ini.
Para peneliti menyebut kondisi topografi Amerika Selatan bagian timur sebagai salah satu penyebab utama fenomena itu.
Pada Periode Cretaceous sekitar 65 hingga 145 juta tahun lalu, wilayah timur benua itu berada pada elevasi yang lebih tinggi.
Dengan kontur yang sangat datar, perubahan kecil pada kemiringan permukaan dapat mengubah arah aliran sungai secara drastis.
"Amazon sangat datar membuat kemiringan dua arah bisa mengubah banyak hal," kata Drew Coleman, pembimbing akademik Mapes.
Penelitian lain yang dipublikasikan pada 2014 memodelkan proses pengangkatan Pegunungan Andes.
Kenaikan daratan tersebut memengaruhi pola hujan, erosi, dan pembentukan lahan basah Pebas.
Sekitar 10 juta tahun lalu, akumulasi sedimen menyebabkan perubahan elevasi yang akhirnya membalik arah aliran Sungai Amazon.
Perubahan geologi tersebut membentuk sistem sungai yang kini menjadi salah satu elemen terpenting dalam ekosistem dunia.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]