Dampak paling cepat dari fenomena ini diperkirakan akan terasa pada sektor ketersediaan air yang sangat sensitif terhadap perubahan curah hujan.
Kondisi tersebut berpotensi memicu krisis air bersih, terganggunya sistem irigasi pertanian, hingga penurunan produksi listrik dari pembangkit listrik tenaga air.
Baca Juga:
Sinyal El Niño Muncul, BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Cepat
Selain itu, risiko kebakaran hutan dan lahan juga diperkirakan meningkat seiring kondisi cuaca yang semakin kering.
Sektor pertanian juga menjadi salah satu yang paling rentan terdampak akibat berkurangnya pasokan air dan perubahan pola tanam.
Dampak fenomena ini umumnya mulai terasa dalam hitungan minggu hingga bulan setelah El Nino menguat.
Baca Juga:
Peringatan Keras WMO, Bumi Kian Panas, Banjir dan Badai Tak Akan Reda
Meski demikian, potensi krisis air dan pangan secara nasional saat ini masih tergolong rendah, namun wilayah rawan kekeringan tetap perlu meningkatkan kewaspadaan.
Dampak Godzilla El Nino juga tidak merata di seluruh wilayah Indonesia karena dipengaruhi oleh posisi geografis terhadap garis ekuator.
Wilayah selatan ekuator seperti Pulau Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi mengalami kondisi lebih kering yang dapat memicu kekeringan dan kebakaran hutan.