Untuk memahami fenomena ini secara lebih menyeluruh, tidak cukup hanya mengamati langit. Diperlukan ketepatan waktu, akurasi, serta alat yang lebih canggih.
Melalui data lintasan satelit dan analisis medan bintang, para peneliti berhasil menghubungkan setiap sprite dengan sambaran petir yang memicunya.
Baca Juga:
3 Manfaat Garam Himalaya bagi Kesehatan Tubuh
Teknik ini membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut terkait petir merah di masa depan. Semakin akurat data yang dikumpulkan, semakin besar pula pemahaman kita mengenai fenomena listrik di atmosfer atas saat badai terjadi.
[Redaktur: Rinrin Kaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.