WahanaNews.co |
Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka telah dibuka bagi para mahasiswa di
seluruh Indonesia.
Mulai Senin (14/6/2021) ini hingga
27 Juni 2021 mendatang, calon peserta dapat mengakses pendaftaran melalui laman
Pertukaran Mahasiswa Merdeka kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/web/pertukaranMahasiswaMerdeka2021.
Baca Juga:
Pengadaan Barang Dibanjiri Produk Impor, Jokowi Semprot 4 Menteri Ini
Ketua Subpokja Pertukaran
Mahasiswa Merdeka, Andi Ilham, mengatakan, beberapa syarat yang harus dipenuhi
mahasiswa untuk mengikuti program ini, yaitu mahasiswa S-1 non-vokasi, aktif
pada semester 3, 5, dan 7 dari PTN-PTS di seluruh tanah air, memiliki IPK
minimal 2,75 atau memiliki pengalaman prestasi non-akademik tingkat
daerah/nasional/internasional (dibuktikan dengan dokumen yang sah).
Syarat berikutnya, memiliki
kemampuan dan peluang untuk mengembangkan penalaran, wawasan, serta
berintegritas, kreatif dan inovatif, tidak pernah dikenakan sanksi akademik dan
non-akademik pada perguruan tinggi pengirim, bersedia mentaati seluruh
ketentuan tertulis pada buku POB (Pedoman Operasional Baku) Program Pertukaran
Mahasiswa Merdeka, serta mendapatkan rekomendasi dari PT asal dan izin orang
tua/wali.
"Jika Anda memiliki semua
persyaratan ini, ayo daftar sekarang," kata dia, dalam keterangan, Senin
(14/6/2021).
Baca Juga:
Kurikulum Merdeka Hapus Penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA
Andi Ilham mengatakan,
melalui program ini, mahasiswa akan dikirim ke salah satu kampus di luar pulau
domisilinya untuk mengikuti proses pembelajaran dengan tiga skema yang dapat
dipilih.
Pertama, total 20 SKS dapat
ditempuh seluruhnya di perguruan tinggi penerima, dilaksanakan secara luring.
Kedua, total 20 SKS dapat
ditempuh dengan kombinasi, yaitu beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan
tinggi penerima secara luring, dan beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan
tinggi pengirim (asal) secara daring.
Ketiga, total 20 SKS dapat
ditempuh dengan kombinasi, yaitu beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan
tinggi penerima secara luring, dan beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan
tinggi mitra secara daring, dan atau di perguruan tinggi pengirim (asal) secara
daring.
Selain itu, mahasiswa juga
akan mengikuti kegiatan Modul Nusantara yang setara dengan 2 SKS dan dibimbing
oleh dosen.
Ia memaparkan, jika mahasiswa
ingin merasakan pengalaman kuliah selama satu semester di kampus lain dengan
suasana yang berbeda, maka bergabunglah dalam program ini.
Sebab, program ini bertujuan
untuk mendorong tumbuhnya semangat cinta tanah air melalui persahabatan antar-generasi
muda di berbagai wilayah Nusantara.
"Jadilah calon pemimpin
bangsa yang berintegritas, memahami keberagaman dan arif mengelola kekayaan
sumber daya untuk membangun bangsa yang berdaulat adil dan makmur," ujar
Andi Ilham.
Menteri Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim,
meyakini, di samping wawasan baru, para mahasiswa akan mendapat banyak
pengalaman dan pelajaran terkait keragaman budaya Indonesia dan toleransi
antarsesama individu.
"Dari pertemuan dan
perkenalan tersebut, kalian akan bersama-sama belajar menghargai perbedaan, dan
merayakan keberagaman. Dan semua itu kalian lakukan sambil mengikuti
perkuliahan," kata Nadiem, dalam keterangannya, Senin (14/6/2021). [qnt]