Pada 2026, Physics Magazine bersama sejumlah peneliti merilis salah satu survei terbesar mengenai pandangan ilmuwan terhadap berbagai persoalan mendasar fisika. Lebih dari 1.600 responden berpartisipasi dalam survei tersebut.
Hasilnya menunjukkan bahwa hampir tidak ada konsensus kuat dalam banyak isu besar fisika. Bahkan untuk teori inflasi kosmik—yang menjadi salah satu dasar munculnya konsep multiverse—dukungan hanya berada di kisaran 51 persen responden, sementara sisanya memilih alternatif lain atau menyatakan belum memiliki pendapat.
Baca Juga:
KPK Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Menhut Raja Juli, Berawal dari Kasus OTT Bupati Kuansing
Astrofisikawan Niayesh Afshordi mengatakan:
"Scientific truth is not decided by a vote. But consensus, or its absence, tells us where the evidence feels settled and where researchers still see room for radically different ideas."
Dalam bahasa Indonesia, pernyataan tersebut berarti:
Baca Juga:
Sprindik Baru Terbit, Kejagung Dalami TPPU dari Temuan 74 Kg Emas Terkait Febrie Adriansyah
"Kebenaran ilmiah tidak ditentukan melalui pemungutan suara. Namun, adanya atau tidak adanya konsensus menunjukkan di bagian mana bukti ilmiah sudah dianggap kuat dan di bagian mana para peneliti masih melihat ruang bagi gagasan yang benar-benar berbeda."
Survei lain yang dipublikasikan jurnal Nature pada 2025 juga menunjukkan bahwa para fisikawan memiliki pandangan yang sangat beragam mengenai interpretasi mekanika kuantum, termasuk Interpretasi Banyak Dunia yang sering dikaitkan dengan konsep dunia paralel.
Mengapa Sulit Dibuktikan?