Ia menambahkan bahwa pengembangan teknologi hijau memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi industri nasional menuju arah yang lebih berkelanjutan.
Selain menjadi pilar pembangunan, teknologi ini juga dinilai mampu meningkatkan daya tarik investasi, khususnya melalui penyediaan energi yang tidak lagi bergantung pada bahan bakar fosil.
Baca Juga:
Panas Bumi Pecah Rekor, PBB: Menunda Aksi Sama dengan Mengundang Maut
Forum ini sekaligus menegaskan komitmen kedua pihak untuk membangun kerja sama yang inklusif, setara, dan berorientasi pada solusi nyata.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan inovasi berbasis sains dan teknologi yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat serta pelestarian lingkungan.
“Kami berharap kita bisa terus memperkuat komunikasi, sehingga bisa menjadi jembatan para peneliti, membuka akses bagi para mahasiswa dan dosen, serta membangun proyek-proyek kolaboratif yang bisa diukur dampaknya. Kita ingin kolaborasi Indonesia dan Uni Eropa semakin kuat dalam bentuk kolaborasi yang bisa dihasilkan oleh dua bangsa,” tutup Menteri Brian.
Baca Juga:
PLTA Sipansihaporas Tapteng Jadi Penahan Bencana, ALPERKLINAS: Fondasi Energi Masa Depan Wajib Adaptif Iklim
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam menghadirkan solusi berbasis sains dan teknologi yang aplikatif.
“Indonesia adalah mitra kunci bagi Uni Eropa dalam mendorong inovasi hijau. Dengan mendukung inisiatif Pemerintah Republik Indonesia yaitu 1.000 Green Engineers, berarti kami juga mewujudkan strategi Uni Eropa Global Gateway, menjalin kemitraan yang kuat di seluruh dunia. Kami berinvestasi pada generasi muda Indonesia, karena teknologi hijau akan membentuk masa depan kita bersama secara berkelanjutan, hingga berpuluh tahun mendatang,” jelas Duta Besar Denis.
Dalam forum tersebut, komunitas pendidikan Indonesia juga diperkenalkan dengan EU Green Engineering Hub, sebuah platform yang menyediakan akses informasi mengenai program pendidikan, beasiswa, peluang kolaborasi, serta jalur karier di bidang rekayasa hijau di Eropa.