Kehadiran platform ini diharapkan mampu memperkuat pengembangan sumber daya manusia unggul di sektor teknologi hijau.
Selain itu, sosialisasi skema pendanaan Horizon Europe turut membuka peluang lebih luas bagi peneliti dan akademisi Indonesia untuk terlibat dalam riset kolaboratif berskala global.
Baca Juga:
Panas Bumi Pecah Rekor, PBB: Menunda Aksi Sama dengan Mengundang Maut
Bidang yang menjadi fokus antara lain perubahan iklim, energi, mobilitas, pangan, bioekonomi, sumber daya alam, pertanian, serta lingkungan hidup.
Komitmen kerja sama ini juga diperkuat oleh berbagai lembaga internasional, termasuk CIRAD, yang menyoroti pentingnya transformasi sumber daya alam menjadi inovasi hijau bernilai tambah.
Dalam sesi diskusi lintas pakar, sejumlah akademisi Indonesia turut memaparkan hasil riset dan pengalaman mereka.
Baca Juga:
PLTA Sipansihaporas Tapteng Jadi Penahan Bencana, ALPERKLINAS: Fondasi Energi Masa Depan Wajib Adaptif Iklim
Ova Candra Dewi dari Universitas Indonesia menjelaskan peluang karier masa depan di sektor teknologi hijau.
Sementara itu, Nunung Martina dari Politeknik Negeri Jakarta mempresentasikan inovasi pengolahan limbah menjadi energi berbasis kearifan lokal.
Arief Setyanto dari Universitas Amikom Yogyakarta juga memaparkan pengembangan teknologi mitigasi kebakaran hutan melalui proyek SILVANUS yang didukung Horizon Europe.