"Dukungan itu tidak hanya soal teknologi. Ada juga pemilihan lokasi dan sejumlah kategori lain di mana para ahli Amerika Serikat secara aktif bekerja dan ingin terus mendukung pertumbuhan Indonesia," kata Barfield.
Terkait waktu pembangunan, ia mencontohkan proyek SMR BWRX-300 di Darlington, Kanada, yang saat ini telah memasuki tahap konstruksi. Proyek tersebut ditargetkan dapat mulai beroperasi dalam waktu sekitar tiga tahun, jauh lebih cepat dibandingkan pembangunan reaktor konvensional berkapasitas besar yang umumnya membutuhkan waktu lebih lama.
Baca Juga:
PLN Percepat Pemulihan Pembangkit dan Perkuat Pasokan Batu Bara Demi Jaga Keandalan Listrik Jawa
Barfield juga optimistis semakin banyak perusahaan energi AS yang akan melirik Indonesia. Menurutnya, keberhasilan proyek-proyek awal akan menjadi model yang dapat direplikasi oleh perusahaan lain, sehingga mempercepat masuknya investasi baru.
Di saat yang sama, kerja sama di bidang pendidikan, pelatihan, dan pertukaran mahasiswa juga diyakini akan terus berkembang untuk menyiapkan tenaga kerja yang dibutuhkan dalam industri energi masa depan Indonesia.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.