Selama beberapa tahun terakhir, SpaceX memang terus memperluas bisnisnya di luar layanan peluncuran roket dan internet satelit dengan menggelontorkan investasi besar di sektor kecerdasan buatan, pengembangan model bahasa besar (LLM) Grok milik xAI, hingga komputasi berbasis antariksa untuk memperkuat posisinya dalam persaingan teknologi AI global.
Sebelumnya, Reuters pada Februari melaporkan SpaceX juga berencana mengembangkan perangkat seluler yang terhubung langsung dengan jaringan Starlink dan diproyeksikan menjadi pesaing ponsel konvensional.
Baca Juga:
Kisah Keluarga yang Rumit, Ayah Elon Musk Punya Keturunan dari Mantan Anak Tiri
Pada Januari lalu, Musk juga sempat menyatakan bahwa kehadiran ponsel berbasis Starlink bukan sesuatu yang mustahil diwujudkan di masa depan, meski konsep perangkat tersebut akan berbeda dari telepon pintar yang ada saat ini.
Di sisi lain, perkembangan perangkat berbasis AI terus mengalami percepatan dengan berbagai perusahaan teknologi berlomba menghadirkan inovasi baru.
Salah satunya Microsoft yang bulan lalu memperkenalkan prototipe perangkat tanda pengenal (badge) berbasis AI untuk kalangan pekerja.
Baca Juga:
Elon Musk Jadi Triliuner Pertama Dunia Usai SpaceX Melantai di Bursa
Perangkat tersebut menggunakan chip wearable dari Qualcomm dan dirancang sebagai asisten pintar yang selalu terhubung melalui agen AI, perintah suara, layar sentuh, serta kamera untuk membantu menyelesaikan berbagai aktivitas pengguna.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.