“Betul, saat setting suhu di 16 derajat, artinya kita memaksa kompresor pada unit AC bekerja lebih keras untuk mengondisikan ruang, sehingga konsumsi energinya meningkat,” jelas Toto kepada Kompas.com, Selasa (27/1/2026).
Ia menegaskan bahwa fungsi utama AC bukan untuk membuat ruangan menjadi sedingin mungkin, melainkan menciptakan kenyamanan termal bagi penghuninya dengan rentang suhu ideal berada di kisaran 22 hingga 26 derajat Celsius.
Baca Juga:
Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Tanggapi Kekhawatiran Dana Sukarela AC SMAN 3
"Artinya, jika setting remote di bawah 24 derajat, maka akan mengakibatkan konsumsi energi yang lebih besar bila dibanding setting di 24 derajat Celcius," lanjutnya.
Toto juga menyarankan agar pengguna menurunkan suhu secara bertahap, dimulai dari suhu yang lebih tinggi lalu perlahan disesuaikan hingga mencapai tingkat kenyamanan tanpa membebani penggunaan listrik.
Selain faktor suhu, kebiasaan sering mematikan dan menyalakan AC juga dinilai berkontribusi pada pemborosan energi karena setiap kali perangkat dinyalakan ulang, sistem membutuhkan daya tambahan untuk kembali mendinginkan ruangan dari suhu awal.
Baca Juga:
Kepulan Asap di RSUD dr H Jusuf SK Berasal Dari Kipas Angin yang Terbakar
Ia mencontohkan, saat suhu ruangan belum stabil, kompresor akan bekerja maksimal hingga target suhu tercapai, sementara pada AC konvensional kompresor akan berhenti setelah suhu sesuai dan kembali aktif saat suhu meningkat.
Namun, jika AC terlalu sering dimatikan dan dinyalakan, kompresor harus terus mengulang proses pendinginan dari awal sehingga konsumsi energi menjadi lebih besar.
Pada AC inverter, kebiasaan tersebut juga dapat mengurangi efisiensi kerja kompresor meskipun teknologi ini dirancang untuk mengatur daya secara lebih hemat.