Moorats membuktikan kelemahan itu dengan mengunggah firmware kustom buatannya secara nirkabel atau over-the-air.
Firmware tersebut berhasil dipasang ke soundbar dan menunjukkan bahwa perangkat dapat menerima kode yang tidak semestinya.
Baca Juga:
SMA Negeri 1 Sidikalang Cetak Sejumlah Prestasi
Temuan ini menjadi berbahaya karena firmware yang dimodifikasi dapat mengubah fungsi dasar perangkat.
Creative Sound Blaster Katana V2X diketahui berjalan menggunakan FreeRTOS.
FreeRTOS merupakan sistem operasi tertanam yang banyak digunakan pada berbagai perangkat elektronik.
Baca Juga:
Kios Pupuk Sering Tutup, Petani di Dairi Bingung
Dalam sistem tersebut, Moorats menemukan dukungan untuk fungsi Human Interface Device atau HID.
HID merupakan kelas perangkat USB yang juga digunakan oleh keyboard, mouse, dan webcam.
Dengan memodifikasi firmware, soundbar tersebut dapat dimanipulasi agar dikenali komputer sebagai perangkat tambahan.