Musk lebih lanjut mengatakan untuk menjadi alun-alun kota digital, pihaknya harus mewakili orang-orang dengan beragam pandangan meskipun tidak setuju dengan pandangan tersebut.
Dikutip The Hill, Musk mengakui reorganisasi perusahaan yang sedang berlangsung akan memiliki banyak kesalahan, tetapi diklaim akan stabil dari waktu ke waktu.
Baca Juga:
Pemilik SpaceX, Elon Musk Desak Stasiun Luar Angkasa Segera Dihancurkan
“Bagian signifikan dari tumpukan teknologi perlu dibangun kembali dari awal," tuturnya.
Tak luput ia juga menyampaikan jika nantinya tim teknis Twitter akan disebar ke berbagai negara, baik di Jepang, India, Indonesia dan Brasil.
Musk menjelaskan penggunaan Twitter yang kuat secara historis di Jepang merupakan cita-cita perusahaan, namun idealnya hal itu didapati dari banyak negara lain.
Baca Juga:
2 Astronaut Terdampar di ISS, NASA Pastikan Mereka Baru Pulang Tahun Depan
"Tampaknya Twitter adalah AS-sentris. Tetapi jumlah pengguna aktif harian di Jepang kira-kira sama dengan di AS, meskipun faktanya Jepang memiliki sepertiga populasi AS," ujarnya.
Menanggapi pertanyaan tentang kompensasi karyawan, Musk menegaskan kembali karyawan akan diberikan opsi saham di Twitter dan dapat menguangkannya secara teratur seperti di SpaceX.
"Cara kerja SpaceX untuk mendapatkan likuiditas adalah setiap enam bulan ada peristiwa likuiditas di mana perusahaan membeli kembali saham dan kami juga mengundang investor baru untuk membeli saham," ujarnya.