Bongkahan es itu terbentuk karena cuaca pagi dan siang di sekitar Gunung Rinjani cerah. Kemudian saat pagi langit sedikit tertutup awan.
"Selain itu angin yang tenang akan sangat mendukung pembentukan embus aes di puncak gunung," kata petugas peramal cuaca pada BMKG Stasiun Meterologi Zainuddin Abdul Madjid Praya, Lombok Tengah, Desi Mega dilansir dari Kompas.com.
Baca Juga:
Petaka di Gunung Rinjani: Dua Pendaki Terjatuh, Satu Hilang di Jurang Sedalam 300 Meter
Desi mengatakan, embun es muncul di permukaan tanah atau menempel di rumput dan dedaunan.
"Uap air di siang hari itu menjadi embun di malam hari. Karena suhu udara yang dingin di bawah nol derajat celsius juga akan berubah menjadi embun es," ujar Desi.
Menurut Desi, berdasarkan pemantauan BMKG, suhu di Gunung Rinjani pada pagi hari memang berada di minus 4 derajat celsius pada Selasa (20/12/2022). [eta]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.