WahanaNews.co | Anggota Legislatif Daerah Pemilihan (Dapil) Bali, Gde Sumarjaya Linggih, mengatakan, salah satu masalah krusial yang dihadapi Bali adalah menyeimbangkan ketimpangan pertumbuhan antara wilayah Bali Selatan dan Bali Utara.
Dalam gelaran “Diskusi Politik dan Ekonomi Bali” bersama Consulate General of The United States of America, pria yang akrab disapa Demer itu menilai bahwa Bali membutuhkan pemimpin seperti Presiden Joko Widodo alias Jokowi untuk menyeimbangkan ketimpangan tersebut.
Baca Juga:
PLN Siagakan Sistem Distribusi 24 Jam Demi Amankan Listrik Pesta Kesenian Bali 2026
“Jika tidak (ada pemimpin yang mampu), ketimpangan akan semakin terlihat. Harga (bahan pokok) yang terlalu tinggi akan menjadi beban masyarakat Bali Selatan,” ujar Demer, dalam keterangan pers yang diterima media, Sabtu (12/2/2022).
Di sisi lain, lanjut Demer, masyarakat Bali Utara mengeluhkan tingginya tingkat pengangguran akibat pembangunan yang rendah.
Demer menjelaskan bahwa pandangan kritis tersebut dikemukakan untuk tujuan konstruktif demi kepentingan orang banyak.
Baca Juga:
Jelang Galungan dan Kuningan, PLN UID Bali Perkuat Edukasi Keselamatan Listrik untuk Warga
“Jika dikaji dengan benar, (keberhasilan kepemimpinan Jokowi) merupakan prestasi bagi dirinya sendiri,” imbuh Demer.
Seperti diketahui, kawasan timur Indonesia dinilai sebagai wilayah yang masih tertinggal, baik dari segi pembangunan, ekonomi, maupun infrastruktur.
Adapun kawasan ini mencakup Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua. [dhn]