WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kondisi sektor pariwisata di Pulau Bali dilaporkan tetap stabil meskipun situasi geopolitik global, termasuk dinamika yang terjadi di kawasan Timur Tengah, masih menjadi perhatian berbagai negara di dunia.
Hal tersebut disampaikan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang terus memantau perkembangan situasi internasional serta potensi dampaknya terhadap mobilitas wisatawan mancanegara.
Baca Juga:
Pariwisata dengan Energi Bersih, ALPERKLINAS Apresiasi PLN Indonesia Power yang Jadikan Bali Etalase Transisi Energi Indonesia
Meskipun ketegangan geopolitik global berpotensi mempengaruhi arus perjalanan wisata internasional, aktivitas pariwisata di Bali hingga saat ini masih berjalan normal.
Bahkan sejumlah indikator utama pariwisata menunjukkan kondisi yang cukup positif, salah satunya terlihat dari tingkat hunian hotel yang masih berada pada level yang sehat di berbagai wilayah destinasi utama.
Menteri Pariwisata menyatakan bahwa pemerintah terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan situasi global guna mengantisipasi kemungkinan dampak terhadap sektor pariwisata nasional.
Baca Juga:
Paradoks Wisata Bali: Wisman Ramai, Pajak Daerah Bocor
Namun berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari pelaku industri per tanggal 4 Januari 2026, performa sektor pariwisata di Bali masih menunjukkan tren yang stabil.
Di Kabupaten Badung yang dikenal sebagai pusat utama aktivitas pariwisata di Bali, sebagian besar hotel masih mencatatkan tingkat hunian yang cukup tinggi.
Data menunjukkan sekitar 52 persen hotel berada pada tingkat hunian antara 41 hingga 69 persen.