WahanaNews.co | Sebanyak 50 anggota DPRD DKI Jakarta walkout saat
Ketua Fraksi PSI, Idris Ahmad,
membacakan pandangan umum dalam rapat paripurna, Senin (14/12/2020).
Aksi walkout itu dipelopori anggota Fraksi Golkar, Jamaluddin, karena menganggap Fraksi PSI tidak konsisten soal kenaikan tunjangan DPRD untuk rumah
dan telekomunikasi senilai Rp 53 juta pada 2021.
Baca Juga:
H+1 Lebaran Idulfitri, Kualitas Udara di Jakarta Masuk Kategori Baik
Aksi walkout itu dilakukan Jamaluddin saat Ketua Fraksi PSI, Idris Ahmad, ingin membacakan pandangan umum
partainya terhadap Rancangan Perda Nomor 14 Tahun 2014
tentang RDTR dan Peraturan Zonasi di DPRD DKI, Senin (14/12/2020).
"Izin Ketua yang
terhormat, saya izin keluar," kata Jamaluddin kepada pimpinan rapat
paripurna DPRD DKI, Nisan Samsuri, Senin (14/12/2020).
Sebelumnya, Jamaluddin juga mengkritik
Fraksi PSI yang dianggap tidak konsisten dalam pembahasan rencana kerja tahunan
(RKT) DPRD tahun 2021.
Baca Juga:
Usia Kerja PPSU DKI Pramono Bakal Perpanjang Sampai 58 Tahun
Dia menganggap, Fraksi
PSI menyetujui kenaikan tunjangan DPRD, namun menolak saat pembahasan terakhir.
"Supaya tidak terjadi, apa yang
sudah disepakati tidak diakui oleh partainya. Kalau memang tidak, saya tidak
akan bersedia mendengarkan. Saya akan keluar," ucapnya.
Keberatan yang disampaikan Jamaluddin terhadap sikap PSI yang menolak
kenaikan tunjangan DPRD itu disambut tepuk tangan beberapa anggota dewan yang
lain.