WAHANANEWS.CO, Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica mendesak aparat penegak hukum dan pihak terkait untuk mengusut secara menyeluruh kasus meninggalnya seorang petani yang diduga menjadi korban penganiayaan di kawasan perkebunan Agrinas Palma Nusantara, Desa Sukarame Baru, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara.
Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan keterlibatan sejumlah pihak dalam insiden yang menyebabkan korban kehilangan nyawa.
Baca Juga:
Komisi I DPR Desak Komdigi Perkuat Informasi Positif dan Lawan Penyebaran Hoaks
Salah satu pihak yang disebut-sebut terlibat bahkan diduga merupakan anggota TNI yang masih aktif bertugas.
Kondisi ini dinilai memerlukan penanganan yang serius dan transparan guna memastikan seluruh fakta dapat terungkap secara objektif.
Politisi Fraksi Partai NasDem itu menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas peristiwa yang menimpa korban.
Baca Juga:
Pembongkaran TPS Diakui “Setengah Dipaksakan”, Wali Kota Jambi Tuai Sorotan
Menurutnya, setiap dugaan tindak kekerasan yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang harus menjadi perhatian serius dan diproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
"Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Peristiwa seperti ini harus diusut secara tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Tidak boleh ada ruang bagi tindakan yang mencederai rasa keadilan masyarakat," ujar Cindy Monica dikutip dari situs resmi DPR RI, Sabtu (27/6/2026).
Cindy menegaskan bahwa setiap dugaan pelanggaran hukum yang melibatkan aparat negara harus ditangani secara profesional, objektif, dan akuntabel.
Menurutnya, transparansi dalam proses penegakan hukum sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara, termasuk TNI.
Sebagai anggota Komisi I DPR RI yang membidangi urusan pertahanan, Cindy mengapresiasi langkah awal yang telah dilakukan Kodam I/Bukit Barisan melalui penyelidikan internal serta penyampaian informasi kepada publik.
Namun demikian, ia menilai proses tersebut harus terus dikawal agar berjalan terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
"Komitmen penegakan disiplin dan hukum harus menjadi prioritas. Apabila nantinya terbukti terdapat pelanggaran, maka proses hukum harus ditegakkan secara tegas sesuai aturan yang berlaku tanpa pandang bulu," tegas legislator dari dapil Sumatera Barat II itu.
Lebih lanjut, Cindy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.
Ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyebarkan informasi, terutama yang belum terverifikasi kebenarannya, agar tidak menimbulkan spekulasi maupun memperkeruh situasi di tengah masyarakat.
Menurutnya, semua pihak perlu memberikan ruang bagi aparat yang berwenang untuk bekerja secara profesional dalam mengungkap fakta-fakta yang terjadi.
Dengan demikian, proses hukum dapat berjalan secara adil dan menghasilkan keputusan yang dapat diterima oleh seluruh pihak.
Cindy berharap kasus ini tidak hanya diselesaikan secara tuntas, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat profesionalisme aparat negara serta meningkatkan efektivitas pengawasan internal di setiap institusi.
Selain itu, perlindungan terhadap hak-hak masyarakat harus terus diperkuat sebagai bagian dari komitmen negara dalam menegakkan supremasi hukum dan menjamin rasa keadilan bagi seluruh warga negara.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]