Memasuki tahun 2012, intensitas kekerasan meningkat, termasuk kontak senjata pada 5 Januari 2012 di Kampung Wuyukwi, Distrik Mulia antara kelompok bersenjata dan aparat keamanan.
Pada 28 Januari 2012 di Kampung Wandenggobak, satu anggota Polri dilaporkan meninggal dunia akibat serangan tersebut.
Baca Juga:
Kadinsos Deiyai Apresiasi Pelantikan Kepala Suku Tingkat Distrik Periode 2026–2031
"Serangkaian aksi pada 2012 menjadi salah satu periode paling intens dari aktivitas kelompok ini," katanya.
Puncaknya terjadi pada 27 November 2012 di Mapolsek Pirime, Kabupaten Lanny Jaya yang menyebabkan tiga anggota Polri tewas, disertai perampasan senjata api serta pembakaran kantor polisi.
Sehari berselang, 28 November 2012, Pulan Wonda diduga terlibat dalam penembakan terhadap rombongan Kapolda Papua saat itu, Tito Karnavian, di Desa Nambume, Distrik Pirime.
Baca Juga:
KPK Usulkan Rekening Dana Otsus Papua Dipisah dari APBD demi Cegah Penyimpangan
Aksi kekerasan berlanjut pada 3 Desember 2012 di Tiom, Kabupaten Lanny Jaya yang mengakibatkan satu warga sipil meninggal dunia.
Pada 2014, kembali terjadi aksi penembakan di Distrik Pirime yang menyebabkan anggota TNI terluka serta seorang anggota Polri tertembak di bagian pinggang.
"Rekam jejak pelaku menunjukkan keterlibatan dalam berbagai aksi kekerasan yang menimbulkan korban jiwa baik dari aparat maupun warga sipil," ujarnya.