“Tokoh-tokoh seperti Pramono Anung, Dedi Mulyadi, dan Sjafrie tampil sebagai figur potensial yang memperoleh penilaian kelayakan cukup kuat, meski belum sepenuhnya terkonversi menjadi dukungan elektoral,” ujar Abdan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Ia menambahkan masih adanya celah elektoral membuka ruang dinamika politik baru, terutama apabila terjadi krisis, perubahan peta koalisi, atau absennya “pemain utama” dalam kontestasi.
Baca Juga:
Sjafrie Masuk Bursa Capres 2029, Peluang Duet dengan Prabowo Dinilai Tipis
Dalam rilis yang sama, Abdan memaparkan empat indikator yang memperkuat elektabilitas Sjafrie, yakni kepemimpinan dan ketokohan sebesar 44 persen, rekam jejak kepemimpinan 17 persen, rekomendasi lingkungan dan media 12 persen, serta integritas 10 persen.
Survei Indonesian Public Institute tersebut dilaksanakan pada Kamis (30/1/2026) hingga Rabu (5/2/2026) terhadap 1.241 responden berusia 17–65 tahun yang tersebar di 35 provinsi di Indonesia.
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.