WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui menjelang musim kemarau panjang 2026, mendorong DPR meminta langkah antisipasi diperkuat sejak dini.
Selasa (01/04/2026) -- Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv Singh meminta Kementerian Kehutanan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah yang memiliki potensi karhutla guna memperkuat kesiapsiagaan nasional.
Baca Juga:
Tiga Daerah Sumsel Tetapkan Status Siaga Karhutla Jelang Musim Kemarau Mei 2026
"Koordinasi dengan daerah-daerah rawan harus terus diperkuat," kata Rajiv.
Ia menilai berbagai kegiatan seperti apel siaga dan jambore karhutla yang telah dilakukan perlu ditingkatkan dengan kesiapan nyata di lapangan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
"Sekarang memang sudah ada apel dan jambore, tapi harus ditingkatkan lagi dengan kesiapan nyata di lapangan," ujarnya.
Baca Juga:
Dampak El Nino Ekstrem dan Buruknya Tata Kelola, WALHI Ungkap 11 Ribu Titik Panas di RI
Menurutnya, sejumlah wilayah di Indonesia mulai menunjukkan tanda awal peningkatan titik panas atau hotspot, termasuk di Provinsi Riau yang dalam beberapa pekan terakhir terdeteksi mengalami penyebaran hotspot ke wilayah lain.
"Seperti di Riau, titik panas sudah mulai muncul," katanya.
Ia mengingatkan kondisi tersebut harus menjadi peringatan dini, terlebih Indonesia akan menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih panjang dan kering.