Selain itu, edukasi kepada masyarakat dinilai penting agar tidak membuka lahan dengan cara membakar yang berisiko besar.
"Masyarakat harus diberi pemahaman dan solusi alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan," ujarnya.
Baca Juga:
Tiga Daerah Sumsel Tetapkan Status Siaga Karhutla Jelang Musim Kemarau Mei 2026
Ia menekankan pendekatan persuasif perlu dikedepankan selain penegakan hukum untuk mengubah perilaku masyarakat.
"Perlu pendekatan yang lebih persuasif, tidak hanya penegakan hukum," tambahnya.
Rajiv juga menyoroti dampak karhutla yang tidak mengenal batas wilayah administratif karena asap dapat menyebar hingga ke negara tetangga dan memicu persoalan lintas negara.
Baca Juga:
Dampak El Nino Ekstrem dan Buruknya Tata Kelola, WALHI Ungkap 11 Ribu Titik Panas di RI
Ia menilai karhutla merupakan isu regional yang membutuhkan komitmen bersama dari berbagai pihak.
"Jadi, pemerintah harus memperkuat kerja sama regional dalam mengantisipasi dan menangani karhutla, termasuk berbagi teknologi dan informasi terkait mitigasi kebakaran," pungkasnya.
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.