Berdasarkan survei SMRC, sebanyak 61,6 persen masyarakat Indonesia mengaku kurang puas hingga tidak puas sama sekali terhadap implementasi program tersebut.
Menurunnya persepsi publik terhadap berbagai program pemerintah turut berkorelasi dengan tingkat kepuasan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga:
Buntut Pernyataan Jatuhkan Prabowo Saiful Mujani Dipolisikan Tuduhan Makar
Dalam survei SMRC bertajuk "Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden" yang dilakukan pada 5–19 Juli 2026, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo tercatat berada di angka 51,1 persen.
Angka tersebut mengalami penurunan cukup tajam, yakni sebesar 30,1 poin persentase dibandingkan hasil survei pada November 2025 yang saat itu mencapai 81,2 persen.
Selain mengukur tingkat kepuasan publik, survei yang sama juga melakukan simulasi terbuka mengenai pilihan calon presiden.
Baca Juga:
24 Peserta Ikuti Lomba Perahu Tradisional Tahun 2024 Di Provinsi Jambi
Hasilnya menunjukkan nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berada di posisi teratas dengan elektabilitas sebesar 35 persen.
Angka tersebut terpaut cukup jauh dari Prabowo Subianto yang memperoleh dukungan sebesar 14,5 persen dalam simulasi tersebut.
Temuan survei ini menggambarkan bahwa meskipun Gerindra masih menjadi partai dengan tingkat elektabilitas tertinggi, penurunan dukungan terhadap sejumlah program pemerintah dan merosotnya tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo menjadi faktor yang turut memengaruhi dinamika politik nasional menjelang kontestasi politik berikutnya.