"Dimintain lagi tuh orangnya pada enggak bener. Saya yang dimarahin sama calegnya. Bilangnya iya iya iya ternyata bohong. Saya dimarahin sama caleg sampai lari-lari ke mana-mana," ucap salah satu timses caleg, Ibrohim, Sabtu (17/2/2024) malam.
Setelah mendapat teguran hingga dikejar-kejar oleh calon legislator yang dimaksud, dia meminta kembali amplop serangan fajar yang telah disebar ke masyarakat.
Baca Juga:
Putusan MK: Caleg Tak Boleh Semena-mena, Dilarang Mundur untuk Ikut Pilkada
Namun, sayangnya, hanya sedikit yang dapat dia tarik kembali.
Hal ini terjadi karena masyarakat alasan bahwa isi uang dalam amplop yang diterima oleh mereka sudah digunakan, dan pada dasarnya mereka hanya menerima tanpa meminta.
"Ya gagal ya. Orang saya juga dapatnya 180, janjinya 1.000 (suara). Sisanya siapa yang tanggung jawab. Ya dimintain lagi lah gimana tanggung jawabnya,” kata dia.
Baca Juga:
DPRK Subulussalam di Mita Mencoret 2 Nama Calon Anggota Baitul Mal dari 8 yang Diusulkan Wali Kota
Ibrahim menjelaskan tujuan kunjungannya ke padepokan tersebut adalah untuk mencari ketenangan. Dia menerima dengan pasrah segala ritual yang akan dilakukan bersama Ujang Busthomi.
Pimpinan Padepokan Ujang Busthomi menyampaikan bahwa sudah beberapa kali timses yang merasa tertekan karena kekalahan caleg datang mencari bantuan di padepokan tersebut.
Ustaz yang terkenal melalui konten YouTube dengan jargon "setan belek" ini berusaha memberikan nasihat dan mengajak mereka untuk mendekatkan diri kepada pencipta.