WahanaNews.co | Dua pekan pascagempa magnitudo 5,6 mengguncang Cianjur, Jawa Barat, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya 373 gempa bumi susulan.
Kordinator Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Virga Librian mengatakan, gempa susulan terbaru pada Jumat (2/12/2022) sebanyak sepuluh kali.
Baca Juga:
Kontur Makin Rapat, Tanda Bahaya Gempa di Indonesia Semakin Meningkat
“Dengan magnitudo terbesar pada M 4,2 dan terkecil di M 1,0. Dua kali dirasakan pada even pukul 07.42 dan 13.03 WIB,” kata Virga, dikutip dari Kompas.com, Minggu (4/12).
BMKG belum bisa memastikan kapan gempa susulan berakhir.
Namun, berdasarkan perhitungan akan terjadi peluruhan gempa dalam sepekan ke depan.
Baca Juga:
Alung DPO Narkotika 58 Kg tidak Dihadirkan saat Konferensi Pers, Kapolda Jambi: Menjadi Penegak Hukum Tidak Boleh Melanggar Hukum
“Tapi hal itu juga masih mungkin terjadi satu hingga dua gempa bumi per harinya,” ujar dia.
Berkaitan dengan hal tersebut, pihaknya mengimbau penyintas yang akan dan sedang beraktivitas di rumah terdampak dan lingkungan sekitar untuk berhati-hati.
“Harus diperhatikan faktor keselamatan dan konstruksi bangunannya. Kalau masih memungkinkan bisa menggunakan pelindung kepala atau helm,” kata dia.
“Namun, kalau kondisi bangunan tidak memungkinkan dimasuki sebaiknya diurungkan,” Virga menambahkan.
Dia menjelaskan kejadian gempa susulan merupakan siklus yang normal di kejadian gempa bumi.
Hal ini berkaca pada kejadian gempa sebelumnya yang juga mengalami peristiwa serupa.
"Seperti gempa Yogyakarta 2006, itu aftershock juga banyak, juga sama halnya gempa Lombok 2018, itu sampai ribuan gempa susulannya," ujar Virga. [rds]