"Kami juga memberikan pengetahuan tentang penanaman nilai kehormatan dan tanggung jawab sebagai bagian dari komponen cadangan pertahanan negara," jelas Rana.
Menurut Rana, pembekalan soliditas tim tetap penting diberikan meski para peserta berasal dari latar belakang ASN yang sehari-hari bertugas di lingkungan birokrasi pemerintahan.
Baca Juga:
Kemenhan Sebut Wajib Militer di Indonesia Butuh Biaya Besar
Ia menegaskan seluruh fasilitas terbaik milik Korps Marinir mulai dari lapangan latihan, barak, ruang kelas hingga dukungan tenaga medis akan dikerahkan demi menjamin kelancaran pelatihan Komcad ASN tersebut.
Meski menggunakan standar latihan Korps Marinir, pola pelatihan tetap akan disesuaikan dengan karakter peserta yang berasal dari kalangan sipil agar tetap mengutamakan aspek kenyamanan dan keamanan.
"Akan ada penyesuaian pada aspek kenyamanan dan keamanan, mengingat peserta berasal dari unsur sipil," jelas Rana.
Baca Juga:
Para Napi Penerima Amnesti Prabowo Bakal Diterjunkan ke Komcad
Ia berharap seluruh sarana dan materi yang telah disiapkan mampu mendukung proses pelatihan sehingga para ASN dapat menjalani pendidikan Komcad secara optimal dan maksimal.
Sebelumnya, Kemhan menyampaikan sebanyak 2.000 ASN akan mengikuti pelatihan Komcad gelombang pertama yang akan dilaksanakan di lima lokasi pendidikan TNI.
"Pelaksanaan pelatihan gelombang pertama direncanakan berlangsung di beberapa lokasi pendidikan, antara lain di Pusdikkes, Skadik 301, Pusbahasa AU, Kodam Jaya, dan Pasmar 1," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait di Jakarta, Kamis (26/2/2026).