WAHANANEWS.CO, Jakarta - Usai libur panjang Idul Fitri, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian langsung mengingatkan aparatur sipil negara untuk kembali meningkatkan kinerja dan fokus menghadapi tantangan tugas pemerintahan ke depan, Selasa (31/3/2026).
Mendagri menekankan pentingnya momentum pasca-libur sebagai titik balik peningkatan produktivitas ASN di lingkungan Kemendagri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).
Baca Juga:
8 Juta Warga AS Turun ke Jalan, Trump Malah Ledek Pendemo: Dasar Bodoh!
“Saya terima kasih kepada rekan-rekan yang telah bekerja meskipun pada saat libur panjang. Kemudian bagi rekan-rekan yang sudah melaksanakan libur panjang, anggap saja sebagai recharge baterai, lebih sehat, lebih segar untuk menghadapi tugas-tugas kita yang panjang ke depan,” kata Tito.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Halal Bihalal ASN Kemendagri dan BNPP yang digelar di kantor pusat Kemendagri, Jakarta Pusat sebagai bagian dari penguatan semangat kerja pasca-Lebaran.
“Saya atas nama pribadi, keluarga dan juga sebagai pimpinan Kemendagri dan BNPP mengucapkan selamat hari raya sekali lagi. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir batin, dan tentu saya berharap kita akan bekerja lebih baik,” ujarnya.
Baca Juga:
Komisi III Soroti Kasus Andrie, Polisi Akui Sudah Limpahkan ke TNI
Ia menegaskan bahwa masa libur panjang harus diikuti dengan peningkatan kinerja, sembari mengapresiasi pegawai yang tetap menjalankan pelayanan publik termasuk kepala daerah yang siaga saat hari raya.
Mendagri juga telah menerbitkan Surat Edaran yang mengatur kepala daerah untuk tidak bepergian ke luar negeri serta tetap siaga sejak satu minggu sebelum hingga satu minggu setelah Lebaran guna memastikan pelayanan publik tetap berjalan.
Ia mengingatkan ASN Kemendagri dan BNPP agar terus bekerja keras mendukung pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga dalam menjalankan berbagai program prioritas nasional.
“Saya juga tidak berhenti dua minggu yang lalu bersama Bapak Presiden di Aceh, dan minggu yang lalu hampir tiga atau empat hari saya berkeliling ke Sumatera Utara di daerah-daerah bencana di masa liburan,” ujarnya.
Program prioritas tersebut meliputi pengendalian inflasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi, penanganan sampah, program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, pembangunan tiga juta rumah, serta pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan masih besar, terutama dinamika global yang dapat memengaruhi pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional.
“Tinggal rekan-rekan harus berpikir. Jangan memikirkan apa yang mau diberikan organisasi ini, Kemendagri-BNPP kepada rekan-rekan. Rekan-rekan harus berpikir, apa yang harus bisa diberikan kepada organisasi ini. Tempat rekan-rekan, kita semua cari makan, dan dapat status,” tuturnya.
Selain itu, ia menyinggung wacana penerapan work from anywhere (WFA) yang akan diumumkan pemerintah, dengan mencontoh pengalaman work from home (WFH) saat pandemi COVID-19 sebagai referensi kebijakan ke depan.
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]