"Jangan. Jangan berandai-andai. Suudzon itu dosa. Saya gak boleh," tuturnya.
Ia hanya menegaskan bahwa praktik "deep state" bekerja secara terorganisir, bukan oleh satu orang saja.
Baca Juga:
Hina Program MBG dan Flexing, ASN Kementerian PU Dipaksa Pulang dari London
"Kalau deep state itu kan orang bersatu padu," terang dia.
Dody juga mengungkap, pihak di balik praktik tersebut diduga mengandalkan asumsi laporan lengkap tidak akan ditelaah secara detail.
"Mereka semua berharap saya gak baca bukunya," ucapnya.
Baca Juga:
Pemerintah Pastikan Kesiapan Jembatan Bailey Pendukung Sekolah Rakyat Tahap II di Brebes
Fenomena ini, kata dia, menjadi bukti nyata peringatan Presiden Prabowo Subianto soal keberadaan "deep state" di pemerintahan.
"Deep state itu benar-benar ada. Dan sebenarnya itu memang sangat-sangat merong-rong dan mengganggu stabilitas pemerintahan," kata Dody.
Sebagai tindak lanjut, ia memastikan akan melaporkan hal ini kepada Presiden serta mengambil langkah internal, termasuk mengaktifkan Komite Audit dan memanggil pihak terkait.