"Jangan. Jangan berandai-andai. Suudzon itu dosa. Saya gak boleh," tuturnya.
Ia hanya menegaskan bahwa praktik "deep state" bekerja secara terorganisir, bukan oleh satu orang saja.
Baca Juga:
Bersih-Bersih di Kementerian PU, Menteri Dody Aktifkan Komite Audit
"Kalau deep state itu kan orang bersatu padu," terang dia.
Dody juga mengungkap, pihak di balik praktik tersebut diduga mengandalkan asumsi laporan lengkap tidak akan ditelaah secara detail.
"Mereka semua berharap saya gak baca bukunya," ucapnya.
Baca Juga:
Genjot Infrastruktur Pendidikan, Sekolah Rakyat Tahap II Ditargetkan Tampung 112 Ribu Siswa
Fenomena ini, kata dia, menjadi bukti nyata peringatan Presiden Prabowo Subianto soal keberadaan "deep state" di pemerintahan.
"Deep state itu benar-benar ada. Dan sebenarnya itu memang sangat-sangat merong-rong dan mengganggu stabilitas pemerintahan," kata Dody.
Sebagai tindak lanjut, ia memastikan akan melaporkan hal ini kepada Presiden serta mengambil langkah internal, termasuk mengaktifkan Komite Audit dan memanggil pihak terkait.