"Jangan. Jangan berandai-andai. Suudzon itu dosa. Saya gak boleh," tuturnya.
Ia hanya menegaskan bahwa praktik "deep state" bekerja secara terorganisir, bukan oleh satu orang saja.
Baca Juga:
Sambut Libur Nataru 2026/2027, 10 Jalan Tol Baru RI Bakal Berfungsi!
"Kalau deep state itu kan orang bersatu padu," terang dia.
Dody juga mengungkap, pihak di balik praktik tersebut diduga mengandalkan asumsi laporan lengkap tidak akan ditelaah secara detail.
"Mereka semua berharap saya gak baca bukunya," ucapnya.
Baca Juga:
Prabowo Setujui Alokasi Anggaran Rp100,1 Triliun Pemulihan Pascabencana Sumatra
Fenomena ini, kata dia, menjadi bukti nyata peringatan Presiden Prabowo Subianto soal keberadaan "deep state" di pemerintahan.
"Deep state itu benar-benar ada. Dan sebenarnya itu memang sangat-sangat merong-rong dan mengganggu stabilitas pemerintahan," kata Dody.
Sebagai tindak lanjut, ia memastikan akan melaporkan hal ini kepada Presiden serta mengambil langkah internal, termasuk mengaktifkan Komite Audit dan memanggil pihak terkait.