WahanaNews.co | Hari ke-10 kampanye Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024, St. Nikson Silalahi caleg DPR RI Partai Gerindra turun ke daerah pemilihan (Dapil) Sumut 3 bertatap muka dan berdialog dengan para pendukungnya satu minggu terakhir ini.
Putra DAIRI itu selalu memberikan optimisme besar kepada tim pendukungnya dan masyarakat yang ia jumpai di daerah pemilihannya.
Baca Juga:
Terpilih Kembali Jadi Ketum Gerindra, Nikson: Fokus pada Asta Cita dan Menangkan Prabowo di Pilpres 2029
Dalam pertemuan dengan pendukung, menurut tim yang mendampingi St. Nikson Silalahi, cara komunikasi yang santai dan banyak guyon membuat acara-acara yang menghadirkan St. Nikson Silalahi penuh dengan kegembiraan.
Ucapan lugas dan apa adanya membuat dialog dengan masyarakat yang dijumpai hangat dan interaktif.
“Sekian hari perjalanan mendampingi pak Nikson ke beberapa tempat jumpa masyarakat dan tiba di rumah menginap sekitar jam 02.00 atau 03.00 WIB tidak terasa melelahkan, karena dialog dan diskusi dengan pak Nikson selalu penuh canda dan tawa,” ujar Nalom Sihombing salah satu tim pemenangan St. Nikson dalam keterangan tertulisnya kepada WahanaNews.co, Kamis (7/12/2023).
Baca Juga:
Sekjen GEKIRA: Keluarga Presiden Prabowo, Teladan untuk Harmoni dalam Kebhinekaan
“Selain meminta dukungan masyarakat untuk memilih, Ito Nikson dalam ucapan-ucapannya juga mengedukasi para pemilih agar dalam melakukan peran sertanya di Pemilu 2024 tetap menjaga suasana damai dan saling menghormati,” imbuh tim pemenangan yang lain bernama Sondang Silalahi di Sidikalang.
St. Nikson Silalahi mendapatkan nomor urut 2 dalam pencalegan DPR RI dari Partai Gerindra Dapil Sumut 3 yang meliputi 10 Kabupaten/Kota.
Yaitu Dairi, Pakpak Bharat, Karo, Simalungun, Kota Siantar, Asahan, Batubara, Kota Tanjung Balai, Langkat, dan Kota Binjai.
St. Nikson Silalahi yang lahir dan besar di Parongil, SD-SMA di Parongil cukup dikenal sebagai sosok berprestasi dan pernah mengharumkan Kabupaten DAIRI sampai tingkat nasional semasa duduk di bangku SMA Negeri Parongil.
Setelah menjadi pengusaha di Jakarta, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira), organisasi sayap Partai Gerindra melalui Yayasan yang didirikannya yakni Yayasan Nikson Silalahi Parongil aktif melakukan kegiatan sosial yang disebutnya sebagai upaya “manggarar utang” (membayar utang) kepada kampung halaman.
Pendirian rumah pintar yang memberikan les bahasa Inggris gratis kepada anak SMP/SMA, pemberian beasiswa kepada anak-anak SD berprestasi, pemberian bibit pohon/buah kepada masyarakat adalah sebagian program kerja yang telah dilakukan St. Nikson Silalahi kepada kampung halaman yang dicintainya.
“Rap Tapature Hutanta, Rebak Tapakade Lebuhta, Sipesikap Kemulihenta” (Bersama kita perbaiki kampung kita) adalah jargon dan program yang diinisiasi kader Partai Gerindra yang dekat dengan Hashim S. Djojohadikusumo adek Capres Prabowo Subianto ini.
Menurut Pengusaha yang juga Penatua di Gereja HKBP Jatisampurna ini, jalan politik adalah upaya besar untuk memberikan kemanfaatan bagi banyak orang melalui terjun sebagai caleg.
Ketika ditanya strategi khusus untuk upaya pemenangannya, St. Nikson Silalahi mengemukakan dirinya dan tim pemenangan fokus dalam membangun jejaring tim mulai dari tingkat Kecamatan sampai dengan tingkat TPS.
“Puji Tuhan upaya yang senyap membangun jejaring ini cukup baik dan memberikan optimisme kemenangan,” ucapnya.
Nikson mengaku posisinya sebagai putra asli Dapil SUMUT 3 khususnya putra asli Kabupaten Dairi memberikan keuntungan besar baginya dalam meraih suara rakyat pemilih.
“Posisi partubu dan parhundul adalah berkat untuk meraih kemenangan ke Senayan,” ujar St. Nikson.
Maksud dari ‘partubu’ sebagai putra Batak yang lahir dari Marga Silalahi maka keluarga besar marga pomparan Raja Silahisabungan dan para marga terkait (boru, bere, ibabere) akan terpanggil berkenan memilih dan memenangkannya.
Sedang dalam konteks ‘parhundul’ maka keberadaannya sebagai putra asli DAIRI akan memudahkan mendapatkan dukungan dari masyarakat Dairi.
“Dang tumagonan tu parhuta naasing, adong dope dongan sahuta namampu dan na mau berjuang manghobasi kemajuan ni huta dan parhutanta,” tutup St. Nikson sambil melanjutkan pertemuannya bersama masyarakat di Dapil Sumut 3.
[Redaktur: Zahara Sitio]