Lebih lanjut, ia menilai digitalisasi parkir merupakan langkah strategis Wali Kota Surabaya untuk mengurai persoalan perparkiran yang selama ini belum terselesaikan dari periode kepemimpinan sebelumnya.
"Ini juga jadi jawaban atas keresahan masyarakat atas problematika persoalan parkir di Surabaya," katanya.
Baca Juga:
Komnas HAM: Industri Nikel Picu ISPA Massal dan Tekan Lingkungan Hidup
Ia optimistis kebijakan parkir nontunai akan mendapatkan dukungan luas dari masyarakat seiring masifnya sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan bersama aparat TNI dan Polri.
"Saya punya keyakinan pada akhirnya semua akan bergerak untuk menyetujui karena kehendak rakyat yang lebih luas dengan kemanfaatan yang lebih luas itu adalah hukum tertinggi bagi seorang pemimpin," kata Toni.
Pimpinan DPRD tersebut juga mendorong adanya kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah, termasuk peran aktif camat dan lurah dalam menyosialisasikan kebijakan parkir nontunai kepada masyarakat.
Baca Juga:
KPK Periksa 4 Saksi di Malang, Kasus Pemerasan RPTKA Kemnaker Kian Terkuak
"Kami berharap Pemkot Surabaya mengajak tokoh masyarakat untuk dapat seiring sekata. Sebab muara dari kebijakan ini adalah untuk sebesar besar kemanfaatan masyarakat," katanya.
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.