WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto melonjak tinggi hingga menyentuh angka 79,9 persen, dengan pemberantasan korupsi menjadi motor utama persepsi positif masyarakat pada Minggu (8/2/2026).
Capaian tersebut terungkap dalam survei terbaru Indikator Politik Indonesia yang menempatkan kinerja progresif Kejaksaan Agung sebagai faktor dominan dalam membentuk kepercayaan publik terhadap pemerintahan.
Baca Juga:
Pimpin Apel Perdana, Wakapolda Jambi Tekankan Sinergi dan Pemetaan Potensi Konflik
Founder sekaligus Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi memaparkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara, khususnya Kejaksaan, memiliki korelasi langsung dengan kepuasan terhadap kepemimpinan nasional.
Lonjakan kepuasan terhadap Presiden Prabowo tidak terlepas dari posisi Kejaksaan Agung yang kini berada di puncak sebagai lembaga penegak hukum paling dipercaya publik.
Menurut Burhanuddin, tingkat kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Agung telah mencapai 80 persen.
Baca Juga:
Wacana Pilpres 2029 Muncul, Dasco Sebut Prabowo Belum Ambil Sikap
Angka tersebut melampaui tingkat kepercayaan terhadap Mahkamah Konstitusi sebesar 75,1 persen, Komisi Pemberantasan Korupsi 71,8 persen, serta Polri yang berada di angka 65,5 persen.
Burhanuddin menyebut capaian ini sebagai level tertinggi dalam dua tahun terakhir dan menyamai performa Kejaksaan pada pertengahan 2024 yang juga berada di kisaran 80 persen.
Keberhasilan penegakan hukum oleh Kejaksaan Agung turut memengaruhi penilaian masyarakat terhadap kondisi pemberantasan korupsi secara nasional.
Sebanyak 48,7 persen responden menilai kondisi pemberantasan korupsi saat ini berada dalam kategori baik atau sangat baik.
“Tren ini menunjukkan grafik yang stabil dan menguat dibandingkan periode survei sebelumnya,” kata Burhanuddin.
Pernyataan tersebut disampaikan Burhanuddin saat memaparkan hasil survei bertajuk Persepsi Publik Terhadap Kinerja Presiden dan Kepercayaan Warga Terhadap Lembaga-Lembaga Negara yang digelar secara virtual.
Salah satu faktor spesifik yang memperkuat dukungan publik adalah transparansi Kejaksaan Agung dalam memulihkan kerugian negara dari perkara korupsi.
Aksi Kejagung yang memperlihatkan tumpukan uang hasil penindakan korupsi senilai Rp6,6 triliun yang dikembalikan kepada negara melalui Presiden mendapat respons positif luas dari masyarakat.
Sebanyak 50,2 persen responden menyatakan mengetahui aksi pengembalian aset tersebut.
Dari kelompok yang mengetahui, mayoritas sebesar 70,7 persen memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Kejaksaan, yang terdiri dari 62,6 persen menyatakan setuju dan 8,1 persen sangat setuju.
“Ada kaitan erat antara mereka yang puas dengan kinerja Presiden dengan mereka yang puas terhadap kinerja pemberantasan korupsi oleh Kejaksaan,” ujar Burhanuddin.
Ia menegaskan bahwa penegakan hukum yang konkret dan transparan menjadi kontributor utama terhadap tingginya tingkat kepuasan publik atas kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]