Sementara itu, Juru Bicara Jaringan Damai Papua sekaligus advokat HAM Yan Christian Warinussy mengungkapkan jumlah korban sipil diduga lebih banyak dari data awal.
Ia menyebut korban meninggal akibat tembakan senjata api mencapai sembilan orang yang diduga berkaitan dengan aksi balasan atas kematian Bripda Juventus.
Baca Juga:
Senjata dan Amunisi Disita, KKB Kocar-kacir Usai Baku Tembak dengan TNI
Yan juga mendesak Komnas HAM RI untuk segera membentuk tim investigasi independen guna menelusuri dugaan pelanggaran HAM dalam peristiwa tersebut.
“Kasus Dogiyai tidak bisa diselesaikan hanya sekedar melalui jalan mediasi dan bayar membayar adat semata. Penyelesaian hukum atas dugaan pelanggaran HAM berat mesti menjadi pertimbangan semua pihak," katanya.
Ia turut meminta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk memerintahkan jajarannya menghentikan tindakan sewenang-wenang terhadap warga sipil di wilayah terdampak.
Baca Juga:
Kapolres Jamin Stabilitas Nabire, Warga Diminta Tak Terprovokasi
Di sisi lain, Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah Brigadir Jenderal Jeremias Rontini membenarkan bahwa kekerasan sempat berlanjut hingga Selasa malam setelah insiden awal terjadi.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah personel kepolisian yang melakukan patroli sempat diserang hingga mengalami luka-luka.
Selain itu, serangan juga terjadi terhadap Markas Polres Dogiyai yang menyebabkan seorang anggota polisi terluka akibat terkena anak panah di bagian bahu belakang.