Mereka diberangkatkan pada Ahad dini hari sekitar pukul 01.00 WIB menggunakan maskapai Batik Air dengan tujuan Nabire sebagai titik awal penugasan.
Situasi keamanan di Papua Tengah, khususnya di wilayah Moanemani dan Kabupaten Dogiyai, sempat mencekam setelah kematian Bripda Juventus pada Selasa (31/3/2026).
Baca Juga:
Wapres Tinjau Pengembangan Bandara Nabire untuk Konektivitas Papua Tengah
Pasca insiden tersebut, aparat keamanan diduga melakukan penyisiran di sejumlah titik sambil melepaskan tembakan.
Data yang dihimpun Amnesty International mencatat adanya korban jiwa dari kalangan warga sipil akibat rangkaian kekerasan tersebut.
Tiga warga sipil yang dilaporkan meninggal dunia adalah Ester Pigai (60) yang terkena tembakan di badan, Siprianus Tibakoto (18) yang tertembak di bagian belakang kepala, serta Martinus Yobe atau Yoseph Yobe yang mengalami luka tembak di bagian perut.
Baca Juga:
TNI Hadirkan Aksi Kemanusiaan di Papua, Warga Terima Bantuan dan Layanan Kesehatan
Kekerasan juga disertai aksi pembakaran dua unit mobil oleh pihak tak dikenal, sementara pengemudi dilaporkan berhasil melarikan diri ke dalam hutan.
Dalam keterangan tertulis pada Kamis (2/4/2026), Deputi Direktur Amnesty International Indonesia Wirya Adiwena menyoroti eskalasi konflik yang terjadi.
"Tragedi yang bermula dari pembunuhan seorang polisi ini dengan cepat tereskalasi menjadi rentetan peristiwa berdarah yang turut merenggut nyawa masyarakat sipil," kata dia.