WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kehadiran kader di tengah masyarakat ditegaskan menjadi harga mati oleh DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dengan penekanan agar tidak ada lagi pola kemunculan musiman yang hanya terjadi saat momentum politik, Rabu (9/4/2026).
“Kader PKB harus hadir setiap saat di tengah rakyat. Jangan menjadi 'tamu lima tahunan' yang hanya muncul saat butuh suara. Buktikan kerja terbaik kalian di lapangan secara konsisten,” kata Wakil Ketua Umum DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijal.
Baca Juga:
Latihan LSD 2026, Marinir Tingkatkan Profesionalisme dan Kesiapsiagaan
Ia menjelaskan bahwa arahan tersebut merupakan mandat langsung dari Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar yang harus dijalankan seluruh kader, khususnya di Kalimantan Selatan.
Menurutnya, konsistensi dalam melayani masyarakat merupakan jati diri partai sehingga kehadiran kader yang hanya muncul pada waktu tertentu tidak dapat dibenarkan.
“PKB harus konsisten melayani. Kita ingin kader hadir bukan hanya saat kampanye, melainkan benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Inilah yang kita sebut sebagai politik kehadiran,” katanya.
Baca Juga:
Jalan Amblas Mengancam Keselamatan, Warga Kuta Gambir Dairi Harapkan Perhatian
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa PKB harus tampil sebagai pelopor dalam membangun semangat gotong royong di tengah kehidupan sosial masyarakat.
“PKB adalah pelopor gotong royong. Kader harus mampu menggerakkan solidaritas sosial, membantu masyarakat, dan menjadi penghubung solusi di tengah berbagai persoalan. Politik kita adalah politik kehadiran. Hadir, bekerja, dan dirasakan manfaatnya,” ujarnya.
Selain itu, ia juga meminta seluruh kader untuk bersinergi dalam menyukseskan berbagai program strategis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu isu yang menjadi perhatian utama adalah penanganan sampah di seluruh wilayah kabupaten dan kota di Indonesia yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Ia pun mendorong Fraksi PKB di DPRD untuk aktif bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam merumuskan solusi inovatif terkait persoalan lingkungan tersebut.
“PKB harus menjadi bagian dari solusi, terutama dalam mendukung program pusat yang berdampak langsung pada kesejahteraan dan kebersihan daerah,” katanya.
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]