Respons Demokrat merasa dikhianati
Paloh menanggapi Partai Demokrat yang merasa dikhianati usai dengar kabar duet Anies-Cak Imin.
Baca Juga:
Disebut Prabowo “Kembali Ke Jalan Yang Benar”, Cak Imin ‘Auto‘ Semangat
Paloh mengaku turut prihatin dan menegaskan partainya menghormati apa pun sikap yang nantinya dipilih Partai Demokrat.
"Pasti kita dalam suasana turut prihatin ya, itu sikap saya pasti. Apakah itu karena perasaan empati, apakah juga karena perasaan ikut prihatin. Nah, saya pasti tidak bergembiralah menerima suatu kabar seperti itu karena harapan kita semuanya bisa berjalan sebagaimana yang kita harapkan bersama. Itu pasti sikap NasDem," terang Paloh.
Paloh menyebut pihaknya menghargai apapun sikap yang dinilai terbaik oleh Partai Demokrat termasuk apabila memilih hengkang dari KPP.
Baca Juga:
Pemprov Kaltim Terapkan Tarif Baru Opsen PKB dan BBNKB Mulai 5 Januari
"Saya hormati (jika Demokrat pilih ke luar dari koalisi). Apalagi yang harus saya katakan. Kalian lihat kira-kira model saya ini kira-kira ada bakat sebagai pengkhianat atau tidak? Kan gitu aja, tapi saya hormati itu," tutur Paloh.
Nasib Koalisi Perubahan untuk Persatuan
Paloh turut menyinggung nasib Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) setelah Partai Demokrat merasa dikhianati mengenai kabar duet Anies-Cak Imin.