WAHANANEWS.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi terus mengurai dugaan suap dan gratifikasi impor barang KW dengan mendalami aktivitas kepabeanan saat memeriksa seorang pegawai Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan berinisial SLS sebagai saksi.
“Saksi SLS didalami terkait kegiatan kepabeanan,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Kamis (20/2/2026).
Baca Juga:
KPK Panggil Saksi, Kasus Korupsi Bupati Pekalongan Masuk Babak Baru
Budi menjelaskan pemeriksaan terhadap SLS tersebut dilaksanakan pada Rabu (18/2/2026) sebagai bagian dari pengembangan perkara yang tengah ditangani penyidik.
Pada tanggal yang sama, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi lain berinisial BBP yang juga merupakan pegawai Bea Cukai.
Namun demikian, lanjut dia, BBP tidak dapat memenuhi panggilan penyidik karena alasan kesehatan.
Baca Juga:
KPK Dalami Aliran Dana ke Bupati Bekasi Nonaktif, Komisaris Perusahaan Diperiksa
“KPK mengimbau agar setiap saksi yang dipanggil dan dijadwalkan dilakukan permintaan keterangan agar kooperatif dan memberikan penjelasan yang dibutuhkan penyidik untuk membuat terang perkara ini,” katanya.
Sebelumnya, pada Rabu (4/2/2026), KPK mengonfirmasi telah melakukan operasi tangkap tangan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
Pada hari yang sama, lembaga antirasuah itu mengungkapkan bahwa salah satu pihak yang diamankan dalam OTT tersebut adalah Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Barat, Rizal.
Selanjutnya pada Kamis (5/2/2026), KPK menetapkan enam dari total 17 orang yang terjaring OTT sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang KW di lingkungan DJBC.
Enam tersangka tersebut terdiri atas Rizal (RZL) selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024-Januari 2026, Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan DJBC Sisprian Subiaksono (SIS), dan Kepala Seksi Intelijen DJBC Orlando Hamonangan (ORL).
Selain itu, KPK juga menetapkan pemilik Blueray Cargo John Field (JF), Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo Andri (AND), serta Manajer Operasional Blueray Cargo Dedy Kurniawan (DK) sebagai tersangka dalam perkara tersebut.
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]