WAHANANEWS.CO, Jakarta - Prajurit batalyon teritorial pembangunan diminta bukan hanya siap tempur, tetapi benar-benar hadir memberi rasa aman dan menjadi pelindung masyarakat di tengah berbagai potensi gangguan keamanan.
Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, mengingatkan prajurit Yon TP agar menjalankan peran perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal saat meninjau Batalyon Infanteri (Yonif) TP 848/Satya Pandya Cakti (SPC) yang berada di bawah Brigif TP 88/KBK Kodam II/Sriwijaya di Anak Tuha, Lampung Tengah, Kamis (26/2/2026).
Baca Juga:
Danrem 042/Gapu dan Wakil Gubernur Jambi Turun ke Pasar Angso Duo, Pastikan Stok dan Harga Bapok Aman Jelang Ramadhan
"Kehadiran satuan harus dirasakan rakyat sebagai pelindung dan pengayom. Dengan demikian, tumbuh rasa memiliki dari masyarakat terhadap TNI,” kata Sjafrie kepada para prajurit seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Pertahanan yang diterima di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Ia menegaskan bahwa banyak langkah konkret yang dapat dilakukan prajurit Yon TP untuk memastikan keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar satuan.
Salah satu upaya yang disarankan adalah patroli bermotor bersenjata dengan sistem buddy system sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas seperti aksi begal maupun peredaran narkoba.
Baca Juga:
Maling Kabel Menggila di Betung! 20 Rumah Warga Gelap Gulita, Polisi Diminta Bergerak Cepat
Selain pendekatan keamanan, Sjafrie juga mendorong prajurit untuk membangun kolaborasi dengan masyarakat melalui kegiatan produktif.
Menurut dia, prajurit dapat menggandeng warga dalam kegiatan pembudidayaan perkebunan maupun pengelolaan bahan pangan lainnya guna mendorong ketahanan ekonomi lokal.
Dengan keterlibatan tersebut, wawasan masyarakat mengenai pengelolaan pangan akan semakin terbuka sehingga roda perekonomian bergerak dan potensi kriminalitas dapat ditekan.