WAHANANEWS.CO, Jakarta - Silaturahmi lintas generasi TNI kembali terjalin ketika Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyambangi kediaman mantan Panglima TNI Laksamana TNI (Purn) Widodo AS di Jakarta, Kamis (13/2/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai upaya mempererat hubungan dan menjaga kesinambungan nilai pengabdian antara para pejabat aktif dan senior TNI.
Baca Juga:
Tetangga Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, Takut Ketahuan,Korban Sempat Disembunyikan Didalam Lemari.
Dalam siaran resmi yang diterima di Jakarta, dijelaskan bahwa pertemuan itu menjadi momentum memperkuat ikatan sejarah dan keteladanan dalam institusi TNI.
"Kunjungan silaturahmi saya, bersama Wamenhan, Wapang TNI & Kabaloghan kepada Laksamana TNI (Purn) Widodo AS menjadi momentum penuh makna untuk kembali menyambung benang merah sejarah, pengabdian dan keteladanan dalam tubuh TNI," kata Sjafrie dalam siaran resmi tersebut.
Sjafrie menuturkan Widodo AS merupakan Panglima TNI pertama yang berasal dari Angkatan Laut dan menjabat pada periode 1999 hingga 2002.
Baca Juga:
DPR Kejar Target UU Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026
Menurutnya, selama memimpin TNI, Widodo AS meninggalkan banyak pelajaran berharga yang relevan bagi penguatan institusi pertahanan saat ini.
"Beliau meninggalkan jejak kepemimpinan strategis, warisan nilai tentang integritas, disiplin dan loyalitas kepada negara kesatuan republik Indonesia," jelas Sjafrie.
Ia meyakini pengalaman dan keteladanan Widodo menjadi fondasi penting dalam memperkokoh peran TNI sebagai garda terdepan penjaga keamanan bangsa.
"Pengalaman panjang beliau dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia adalah bagian dari fondasi kekuatan pertahanan kita hari ini," jelas Sjafrie.
Melalui silaturahmi tersebut, Sjafrie berharap solidaritas antara para senior dan pejabat aktif TNI semakin erat demi menjaga kedaulatan dan keamanan negara.
"Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pendahulunya. Dari para senior, kita belajar tentang keteguhan sikap, kejernihan strategi, dan keberanian mengambil keputusan demi kepentingan bangsa dan negara," tutup Sjafrie.
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]