Herry juga menambahkan bahwa survei
elektabilitas tokoh tersebut selain melakukan uji validitas melalui kegiatan Recheck
dan Reconfirm terhadap 20 persen keseluruhan data pada 1.600 responden,
juga melakukan uji kembali secara khusus terhadap elektabilitas 5 tokoh yang
berada di posisi lima besar tertinggi elektabiitasnya pada 5 Provinsi yang
persebaran komposisi sampel respondennya terbesar.
"Anies, AHY, Ganjar, Prabowo, dan Erick adalah
figur yang menempati lima besar elektabilitas tertinggi dari yang lainnya.
Kemudian, kita cek ulang di lima besar daerah yang basis sampelnya terbesar
juga. Hasilnya, di Jawa Timur, Ganjar, AHY, dan Prabowo cukup kuat
elektabilitasnya, apalagi dominasi Ganjar yang masih sulit untuk ditumbangkan
di Jawa Tengah. Sedangkan Anies, Prabowo, dan AHY memimpin di Jawa Barat.
Praktis, Ganjar tumbang di DKI Jakarta, karena kecenderungan responden memilih
Anies, AHY, dan Erick Thohir. Namun, di Sumatera Utara, peluang keterpilihan,
baik Anies, AHY, dan Ganjar, cukup proporsional, serta sisanya ada nama Prabowo
dan Erick Tohir," tambahnya.
Baca Juga:
Luhut Sebut Jokowi Tak Pernah Langgar Konstitusi, Tom Pasaribu: Mari Kita Uji!
Elektabilitas Parpol: PDI-Perjuangan Unggul
Sementara itu, untuk elektabilitas Partai
Politik (Parpol) jika Pemilihan Legislatif (Pileg) dilakukan hari ini, maka
PDI-Perjuangan berhasil mengungguli parpol lainnya, kemudian disusul oleh
Partai Demokrat yang menunjukkan peningkatan elektabilitasnya, serta Partai
Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa.
Baca Juga:
Lebaran kedua Gibran Ikuti Tradisi Sungkem ke Jokowi di Solo, Mengaku Dapat Wejangan
"PDI-Perjuangan cukup unggul elektabilitasnya
dari parpol lainnya, karena berhasil meraih 18,91 persen, kemudian di posisi
kedua ada Partai Demokat, yang menunjukkan eskalasi keterpilihan di angka 13,22
persen, yang disusul oleh Partai Golkar sebesar 11,65 persen, serta Partai
Kebangkitan Bangsa yang mendapatkan 11,2 persen," jelas Herry.
Sedangkan Herry menyampaikan bahwa survei yang
melakukan wawancara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan antara
surveyor dan responden itu menempatkan Gerindra dan Nasdem keluar dari 5 besar,
serta adanya penguatan elektabilitas Partai Keadilan Sejahtera yang membuat PAN
dan PPP harus berada di posisi terakhir.
"Gerindra dan Nasdem keluar dari 5 besar.
Gerindra mendapatkan 10,36 persen sedangkan PKS kembali menguat di 9,33 persen,
serta Nasdem harus puas karena hanya mendapatkan 6,43 persen. Di posisi
terakhir, ada Partai Amanat Nasional (PAN) yang mendapat 3,35 persen dan Partai
Persatuan Pembanguan (PPP) sebesar 2,88 persen. Namun, masih terdapat 12,67
persen masyarakat yang belum menentukan sikap. Hal ini bisa digarap oleh semua
parpol, termasuk non-DPR RI," pungkas Herry Mendrofa. [qnt]