WahanaNews.co | Direktur Eksekutif Center for Youth and Population Research (CYPR) Dedek Prayudi membongkar kelakuan buzzer dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Buzzer pembela Anies Baswedan diduga menyerang korban proyek sumur resapan di Jakarta.
Baca Juga:
Minta Data, Kemenhut Pertanyakan Klaim Anies soal 97 Persen Deforestasi Legal
Sebelumnya, mobil korban terpelosok ke dalam sumur resapan yang diketahui milik Ketua DPP PSI Isyana Bagoes Oka.
Menurut Dedek, awal mula praktik serangan buzzer terlihat ketika Lurah Lebak Bulus, Jakarta Selatan mengungkap kronologi kejadian tersebut.
"Pertama, ada ucapan dari Lurah itu bahwa mobil (Isyana, red) bolak-balik seoalah ada unsur kesengajaan," ungkap Dedek, Jumat (10/12).
Baca Juga:
Gerakan Rakyat Umumkan Pembentukan Partai dan Usung Anies Baswedan
Selanjutnya, Dedek mengungkapkan terdapat arahan dari ucapan tersebut hingga membuat buzzer menyerang korban.
Selain menuduh korban sebagai pelaku, para buzzer juga turut mencoba memutarbalikkan fakta di lapangan.
"Ucapan Pak Lurah itu diamplifikasi para buzzer untuk memposisikan korban sebagai pelaku," jelasnya.