Ia menekankan bandara perintis di Papua bukan sekadar infrastruktur transportasi udara, melainkan simpul utama kehidupan di wilayah dengan kondisi geografis hutan lebat, pegunungan, dan perbukitan yang sulit dijangkau.
Bandara perintis berperan sebagai urat nadi distribusi logistik, layanan kesehatan, akses pendidikan, hingga penggerak mobilitas ekonomi masyarakat pedalaman.
Baca Juga:
Patroli Jalan Kaki dan Pengobatan Warga, Cara ODC Redam Ketakutan
“Bersama seluruh elemen bangsa di Bumi Cenderawasih, mari kita jaga dan rawat bandara perintis sebagai simbol kedaulatan, kemajuan, dan kemakmuran Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Sebelumnya, insiden penembakan terjadi pada Selasa (11/2/2026) yang menyebabkan pilot dan kopilot pesawat perintis meninggal dunia usai ditembak KKB setelah menerbangkan Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation pada rute Tanah Merah–Danawage/Koroway Batu.
Merespons insiden tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pada Rabu (18/2/2026) menyatakan pemerintah menutup sementara 11 bandara perintis di Papua sebagai langkah preventif demi menjaga keselamatan penerbangan.
Baca Juga:
Pemprov Papua Lakukan Penataan Manajemen ASN Sesuai Kompetensi dan Profesionalisme untuk Pengelolaan Birokrasi
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.