WAHANANEWS.CO, Jakarta - Film “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” secara resmi mengumumkan deretan pemain yang akan membintangi proyek layar lebar tersebut.
Film ini merupakan adaptasi dari novel populer karya Brian Khrisna yang sebelumnya berhasil menarik perhatian banyak pembaca karena kisahnya yang menyentuh.
Baca Juga:
James Cameron Cetak Sejarah, Empat Filmnya Tembus Pendapatan Miliaran Dolar
Sejumlah aktor dan aktris ternama dipastikan ikut meramaikan film ini. Di antaranya Teuku Rifnu Wikana, Alex Abbad, Nita Gunawan, Tika Panggabean, serta Zulfa Maharani.
Selain itu, ada pula Jose Rizal Manua, Dewi Irawan, Jourdy Pranata, dan Chicco Kurniawan yang turut bergabung dalam jajaran pemain utama.
Tak hanya itu, film ini juga menghadirkan sejumlah nama lain yang akan memperkuat cerita, seperti Almanzo Konoralma, Pangeran Lantang, Ence Bagus, Fajar Nugra, dan Benedictus Siregar.
Baca Juga:
Suka Duka Tawa Angkat Luka Keluarga dan Humor di Dunia Komika
Deretan kreator digital juga turut meramaikan proyek ini, di antaranya Kevin Milenio, Fira Maringka, Femi Maringka, Hjan Tjen, Reza Andriyanto, serta Dhika Kibo.
Proyek film tersebut diproduksi oleh Sinergi Pictures bekerja sama dengan Ben Film. Kursi sutradara dipercayakan kepada Kuntz Agus, sementara penulisan naskah digarap oleh Alim Sudio bersama Nia Dinata.
Kisah dalam novel “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” berfokus pada perjalanan hidup seorang pria yang sedang berada di titik terendah dalam kehidupannya.
Dalam kondisi putus asa, ia berniat mengakhiri hidupnya. Namun sebelum melakukannya, ia memiliki satu keinginan sederhana, yaitu menikmati seporsi mie ayam.
Keinginan kecil tersebut justru mengantarkannya pada berbagai pertemuan tak terduga dengan orang-orang baru.
Dari perjalanan singkat itu, sang tokoh utama perlahan mulai memandang hidup dari sudut pandang yang berbeda dan menemukan kembali makna kehidupan yang sempat hilang.
Cerita yang mengangkat tema kehidupan dan kesehatan mental ini menjadi salah satu alasan mengapa novel tersebut mendapat perhatian luas dari para pembaca.
Melalui adaptasi filmnya, para pembuat film berharap kisah emosional dan pesan mendalam dari novel tersebut dapat tersampaikan dengan kuat kepada penonton di layar lebar.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]