WAHANANEWS.CO, Jakarta - Tidur larut bukan lagi sekadar kebiasaan remaja menjelang ujian atau bermain gawai, tetapi mulai terbaca sebagai ancaman serius bagi kesehatan dan masa depan anak sekolah.
Fenomena berkurangnya waktu tidur remaja itu terlihat dalam penelitian University of Minnesota School of Public Health yang menemukan bahwa anak sekolah masa kini tidur lebih sedikit dibandingkan generasi sebelumnya.
Baca Juga:
Dendam Kakaknya Dikeroyok, Adik Tikam Seorang Remaja di Nias hingga Tewas
Studi yang terbit di jurnal Pediatrics pada Selasa (12/5/2026) itu melibatkan lebih dari 400 ribu siswa di Amerika Serikat dari kelas 8, 10, dan 12.
Para peneliti menganalisis data panjang sejak 1991 hingga 2023 untuk melihat perubahan pola tidur remaja lintas generasi.
Hasilnya menunjukkan durasi tidur remaja terus menurun di semua kelompok usia selama lebih dari tiga dekade.
Baca Juga:
Lestari Moerdijat Ajak Remaja Jujur Cantumkan Usia di Media Sosial demi Keamanan Digital
Data terbaru bahkan memperlihatkan hanya sekitar 22 persen remaja yang lebih tua mengaku tidur setidaknya tujuh jam setiap malam.
Padahal, remaja usia sekolah umumnya membutuhkan waktu tidur sekitar delapan hingga sepuluh jam per hari agar tubuh dan otaknya dapat berkembang optimal.
Penulis utama penelitian sekaligus profesor di School of Public Health, Rachel Widome, menyebut penurunan waktu tidur ini menjadi sinyal serius karena berlangsung konsisten dalam jangka panjang.