WahanaNews.co |
Amerika Serikat (AS) tengah menjajaki program pengiriman kargo kilat
menggunakan roket luar angkasa.
Hal itu ditandai dengan ditekennya perjanjian
penelitian dan pengembangan kerjasama (CRADA) antara SpaceX and Exploration
Architecture Corporation (XArc) untuk mempelajari konsep pemanfaatan pesawat
luar angkasa sebagai moda transportasi cepat.
Baca Juga:
Starship SpaceX Meledak dan Hancur Lebur di Angkasa, Ini Kronologinya
Melansir CNBC International, Senin (7/6/2021),
Angkatan Udara AS menyatakan, eksperimen bernama Rocket Cargo itu
dipimpin oleh Angkatan Luar Angkasa AS.
Program itu mencakup penelitian dan
pengembangan kemampuan roket, seperti mendarat di berbagai permukaan,
menciptakan terminal pendaratan kargo roket untuk bongkar muat dengan cepat, dan
menjatuhkan kargo dari udara apabila tidak memungkinkan pendaratan.
Untuk menjalankan program tersebut, Angkatan
Udara AS membutuhkan anggaran hampir US$ 50 juta atau sekitar Rp 715 miliar
(asumsi kurs Rp 14.300 per dolar AS).
Baca Juga:
Pemilik SpaceX, Elon Musk Desak Stasiun Luar Angkasa Segera Dihancurkan
Pengiriman kargo roket tersebut bakal
menggunakan sistem perjalanan antariksa point-to-point.
Dalam hal ini, roket luar angkasa akan
diluncurkan hingga ke orbit bumi, lalu kembali ke titik lokasi lain.
Tim berharap, kargo roket tersebut dapat
mengangkut dengan kapasitas 30 hingga 100 ton.